Wilma Rudolph adalah anak ke-20 dari 22 bersaudara. Wilma dilahirkan premature dan dia beruntung dapat tetap bertahan hidup. Ketikaa berumur empat tahun, dia menderita pneumonia dan demam tinggi sehingga kaki kirinya lumpuh.
Seorang tetangga mengatakan, “Aduh, kasihan! Lahir dalam keadaan seperti itu. Bagaimana dia bisa bertahan? Dia hanya akan membuat orangtuanya menderita. Jika dia meninggal, mereka tidak harus menghdapi semua ini.
Akan tetapi, ibu Wilma berkata, “Berhentilah bicara seperti itu! Wilma tidak pernah menjadi beban atau membuat kami menderita. Dia anak yang menyenangkan yang melengkapi kebahagiaan kami sekeluarga.”
— ketika Wilma berusia 9 tahun —
Ibunya bertanya, “Kau sedang apa?”
Wilma menjawab, “Aku sedang melepas penahan besiku! Aku dapat berjalan tanpa tongkat ini!”
Dubrakkk!! Wilma terjatuh.
Ibunya berteriak, “Wilma!”
“Aku tidak apa-apa Ibu! Wilma dapat berjalan sendiri. Maksudku aku membayangkan dapat berjala nsendiri.”
Tetapi Wilma terus terjatuh. Dan Ibunya memberi semangat, “Ya. Bangkitlah setiap kali kau terjatuh. Dan jalan lagi. Segalanya memang terasa goyah, setidaknya pada awalnya!”
Wilma terus mencoba untuk berjalan hingga dia bisa berjalan tanpa tongkat dan tetangganya memberi pujian.
“Wow! Kukira dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di tempat tidur. Tetapi lihatlah jalannya. Dia dapat berjalan sendiri, anehnya, seperti sedang menari.”
Tetangga yang lain menambahkan, “ Kudengar dia mengunjungi kerabatnya yang tinggal 8 kilometer juhnya. Mengagumkan. Dia pasti anak yang memberikan kebahagiaan, bukan kesulitan.”
Seorang kakek juga kagum pada Wilma, “Wilma kecil yang berumur empat belas tahun adalah sebuah keajaiban.”
— hingga suatu hari, Wilma menghampiri ibunya —
“Bu! Aku akan ikut lomba lari jarak pendek.”
Ibunya mendukung, “Oya? Jika kau merasa bisa, pasti kau bisa melakukannya.”
Wilma ikut dalam lomba lari itu, tetapi dia mencapai finis paling akhir. Wilma mengikuti lomba lebih banyak lagi beberapa tahun kemudian, tetapi hasilnya sama. Dia selalu yang terakhir. Tetapi begitu dia benar-benar melepas penyangga besi dan tongkatnya, catatan waktu larinya semakin pendek.
Hingga pada suatu hari, Wilma berhasil mencapai garis finis di tempat pertama. Pada lomba berikutnya, dia meraih juara pertama, dan mulai sejak itu dia menjadi juara pertama setiap kali mengikuti pertandingan.
Wilma terus berlari, sampai akhirnya pada tahun 1960 dia menciptakan rekor dunia dalam Olimpiade untuk nomor 100 meter dan 200 meter dan memenangkan medali emas untuk kedua nomor tersebut. Dalam nomor estafet 400 meter, dia menjadi pelari terakhir, yang teakhir menerima tongkat, tetapi dapat meraih tempat pertama. Dengan tambahan medali ini, dia menjadi wanita pertama peraih tiga medali emas dalam sejarah Olimpiade.
——————————-
diambil dari komik Chicken Soup for The Soul seri Pelajaran Berharga dengan beberapa perubahan.

Posted by puspa widya kencana S.G on August 25, 2009 at 3:12 am
cukup menginspirasi^^