Beberapa hari lalu, aku menonton film Laskar Pelangi. Baru menonton sejak pemutaran pertamanya bulan Ramadan yang lalu. Hah?? Emang kemana aja?
Aku memang sengaja tidak menonton di bioskop untuk film Laskar Pelangi, karena aku nunggu DVD-nya aja dengan beberapa pertimbangan.
Hmm, ternyata baru bulan April berkesempatan membeli.
Soal kualitas, filmnya OK-lah ya. Ada dialog yang mengesankan ketika Pak Harfan bercerita tentang sekolah dasar Islam Muhammadiyah itu.
“Kecerdasan sejati tidak diukur dari nilai-nilai itu, tapi dari hati.”
Woww, i like it. Setuju banget. Buat apa nilai 100, tapi hati kita kotor?
Iya ya, hati yang indah pun cerminan intelektualitas yang tinggi, bahkan mungkin mencakup spiritualitas dan moralitas yang seimbang.
Sehari setelah nonton film Laskar Pelangi, aku dapat sms dari adik yang baru saja menempuh ujian nasional. Dia bilang dia dapat contekan dari guru?
Oh my God, it’s so bad!!! Contekan dari guru?
Aku rasa gurunya perlu diruhiyah. Arrrgh, masih kolot seperti itukah pendidikan di Indonesia?
Pendidikan agama hanyalah pelengkap kurikulum dan substansinya tidak berhasil diimplementasikan pada diri peserta didik bahkan pendidiknya. Astaghfirullah. Kecewa nian.
Aku ga bales sms adekku itu, pertanda aku marah karena sebelumnya aku sudah bilang, kejujuran itu lebih bernilai ketimbang nilai 100 sekalipun.
Ah, kecewa nian.
Ah sudahlah, semoga suatu hari nanti pendidikan indonesia bisa memahami arti kecerdasan yang sesungguhnya. Selamat hari pendidikan!

Posted by fitrirachmawati on May 6, 2009 at 8:12 am
wah.. april……
ada ya dvdnya??
beli dimana?? fitri mau… nunggu2 banget ni pengen nonton lagi..
Posted by jay on May 6, 2009 at 9:24 am
setuju,,setuju,,
karena yang kita cari adalah ilmu bukan nilai,
Posted by Aprilia on May 7, 2009 at 10:47 am
ada kok dvd-nya, tapi lagi dipinjem wawan n james, ntar ya…